Selasa, 24 Februari 2015

Ngomong Jujur Harus Izin

Sebenarnya sudah lama pengen ngobrol masalah ini. Sering kita mendengar obrolan di sekitar kita, perbincangan di media atau bahkan kita sendiri pelakunya, mengenai kata-kata “kalo boleh jujur”. Ini kan aneh ya, untuk ngomong jujur kita itu harus izin dahulu, terkesannya kita harus minta maaf terlebih dahulu untuk ngomong jujur. Entah karena hanya ikut trend saja kita ngomong seperti itu, atau budaya jujur sudah menjadi barang langka atau jujur sekarang jadi hal tabu untuk diungkapkan sehingga harus minta izin terlebih dahulu untuk ngomong jujur.

Ini mungkin yang disebut wolak-walike jaman, mbok kalau mau ngomong dobos itu baru kita minta izin dulu, “kalo boleh bohong”, kan jadi enak kita mendengarnya. Kita jadi tau kalo yang ngomong itu mau bohong, sedangkan bagi yang ngomong, esensi bohongnya tidak hilang walaupun harus izin dulu. Efeknya apa? Tidak terjadi masalah kedepanya karena kebohongan, karena yang akan dibohongi sudah tau kalo dia mau bohong. Win-win solution lah jadinya antara yang mau bohong dan dibohongi, inilah yang disebut kejujuran dalam kebohongan(bingung gak?? Hahaha)

Semoga ini hanya menjadi trend saja, suloyo kalau kita menganggap jujur adalah tabu dan harus minta izin terlebih dahulu, sedangkan bohong adalah keharusan yang mutlak.